Merdeka.com - Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat, Netty Prasetyani mengatakan, pihaknya saat ini masih fokus melakukan trauma healing terhadap tiga anak korban video porno di Bandung. Menurut dia, para bocah itu sudah bisa dimintai keterangan setelah 10 hari berada di Rumah Aman.
"Selain mendampingi secara psikologis, kita mengambil informasi dengan metode bermain bernyanyi begitu agar kelengkapan proses penyidikan bisa terpenuhi," kata Netty, Senin (15/1).
Meski begitu, para korban masih belum bisa kembali ke keluarganya. Netty menyebut indikator yang bisa memenuhi korban pulih hanya diketahui oleh dokter dan psikolog. Saat ini, para korban masih dilakukan penanganan.
"Dalam jangka waktu dekat saya pikir belum (bisa kembali ke keluarganya) yah. Jangka waktu panjang ada kemungkinan karena bagaimana pun mereka punya keluarga punya saudara yang tentu saja tidak boleh diputuskan," ucapnya.
Ketika nanti dikembalikan ke keluarganya, pemerintah dan lembaga terkait punya kewajiban untuk intervensi dalam masalah pendidikan.
Netty mengatakan, hal itu sesuai dengan amanat Undang-undang. Yakni ketika orang tua berhalangan menyelenggarakan perlindungan maka pemerintah dan masyarakat berkewajiban menyelenggarakan pengasuhan dan perlindungan terhadap anak-anak.
"Kami akan bekerja sama dengan dinas pendidikan, ada unit layanan pendidikan khusus (LPK) yang kita dorong akan memberikan hak pengajaran dan pendidikan bagi para korban," ucapnya.
Sementara untuk aspek kesejahteraan sosial anak, pihaknya akan membentuk wadah lembaga yang menampung anak terlantar dan kehilangan orang tua.
"Saya pikir ini memenuhi syarat, dari aspek ekonomi kemudian dari fisik rumah kemudian juga dalam konteks orang tua dalam hal ibunya menjadi tersangka," tukasnya.
"Jadi, kita akan tetap mendekatkan anak dengan keluarga tapi ada intervensi khusus yang kita berikan kepada korban," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, video porno yang dilakukan bocah dan perempuan dewasa tersebar di medsos sejak beberapa hari terakhir. Video tersebut direkam di dua lokasi berbeda di Kota Bandung. Satu video direkam di sebuah hotel di Jalan Kiara Condong, lainnya di hotel kawasan Supratman Kota Bandung.
Polisi berhasil menangkap tersangka pembuat video bocah dengan perempuan dewasa. Pemeran dan orang yang terlibat pun sudah diamankan pada Minggu (7/1). Tiga bocah pemeran dalam video itu terdiri atas dua bocah pria dan seorang perempuan.
sumber: https://www.merdeka.com
Anak Korban Kasus Video Panas yang Sempat Viral di Bandung, Sudah Bisa di Mintai Keterangan
4/
5
Oleh
aryant


